-->

search blog/ web

Memuat...

Film Kartun yang MENDIDIK

Bunda,,
FILM kartun adalah film yang menawarkan imajinasi bagi penonton TV kelompok umur anak-anak. Sayangnya imajinasi yang mereka nikmati ‘kadang-kadang’ atau bahkan lebih sering tidak masuk akal atau tidak logis. Alih-alih mendidik, film kartun seperti ini justru dapat menyesatkan anak bahkan dalam tingkat yang lebih berat bisa membuat anak celaka.
Saat ini banyak jenis kartun yang tayang ditelevisi dengan berbagai versi. Tetapi tidak semua film kartun yang layak ditonton oleh anak - anak, apalagi film kartun yang berunsur kekerasan dan menayangkan imajinasi yang bersifat khayalan sehingga sulit diterima oleh nalar anak- anak. Tentunya kita sebagai orang tua ingin memberikan tonton yang terbaik untuk anak...yang dapat mendidik mereka menjadi pribadi yang baik pula dan suatu tontonan yang pada saat mereka bertanya,,"KITA sebagai orang tua bisa menjelaskannnya dengan bijak dan dengan bahasa yang mendidik."

Berikut ada Beberapa Film Kartun yang Mendidik :

Dora-Diego

Film yang tayang berbahasa Indonesia ini (bahasa aslinya adalah Spanyol atau Inggris) bercerita tentang tokoh anak yang penuh rasa ingin tahu, pemberani dan penyayang binatang.  Kedua film kartun ini juga sangat diminati di kalangan anak-anak berusia sekitar 4 tahun.
Metode penyampaian pesannya sederhana dan juga variatif, dikemas dalam berbagai cerita yang menarik minat anak-anak. Memberi pemahaman mengenai berbagai hal seperti bentuk, warna, angka-angka, kata-kata, binatang, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya.

dora-diego
Dora dan Diego (sumber: i-love-cartoons.com)

Kedua film ini (Dora dan Diego) juga jauh dari unsur kekerasan. Sebaliknya melatih anak untuk kreatif (selalu ingin tahu), walaupun sejauh ini belum ada penelitian yang menguatkan. Hanya sebatas kesimpulan dari proses pengamatan.
Milton Chen, penulis buku ‘Anak-anak dan Televisi’ mengatakan TV adalah ‘orang asing’ yang dapat menggantikan peran orang tua dalam mengasuh anak, sengaja atau tak sengaja. Ia berinteraksi dengan anak-anak. Bisa menyebabkan hal-hal tak terduga pada anak-anak kita, menjadi terhibur, lebih cerdas, lebih kreatif, tapi juga bisa menjadi korban.
Seorang bocah perempuan berusia empat tahun tewas tersangkut pita rambutnya sendiri di Inggris (1 Januari 2008). Bocah ini akhirnya tewas, entah karena bermaksud menirukan adegan kartun Go Diego Go atau karena sebab lain. Yang jelas sebelum kecelakaan itu, sang bocah yang bernama Paige Brown (4 th) menonton film kartun Dora the Explorer dan Go Diego Go.

  UPIN & IPIN

Film animasi dari negri jiran ini bercerita tentang masalah masalah kehidupan sehari hari dengan sederhana, target pasar sebenarnya adalah anak anak. Tapi aku seneng banget ama film ini. Pengetahuan tentang agamanya sangat sederhana tapi sungguh sangat mengena, pelajaran tentang puasa, zakat, dan lain lain.

Film Upin-Ipin memberikan pelajaran berharga tentang agama, persahabatan, dan keluarga.
Agama: Di beberapa episode ramadhan, film ini mengajarkan untuk tidak mubazir (Ceritanya: Upin-Ipin diberi uang oleh Kak Ros untuk membeli sesuatu yang mereka mau. Mereka malah menghabiskan uang untuk membeli ayam goreng. Alhasil, mereka disuruh memakan semua ayam-ayam itu, karena mereka tak mampu, akhirnya diberikan kepada tetangga-tetangga mereka. Mendidik, kan?). Ada juga untuk tidak bermain petasan saat sholat tarawih, dan banyak lain.
Persahabatan: Aku ingat episode saat Fizi (kalau tak salah) tak punya sepeda. Dia ingin meminjam Ehsan, tapi Ehsan tak mau memberi, tapi dengan baiknya Mei-Mei mau meminjamkan sepedanya pada Fizi. Itulah persahabatan yang baik.
Begitu banyak yang diajarkan pada film ini, maka izinkan saya untuk menominasikan Upin Ipin sebagai film kartun yang mendidik.

*Tak peduli dari 'tanah' mana 'pohon' itu tumbuh, yang terpenting 'pohon' itu dapat memberikan 'buah-buah' yang baik dan bermanfaat.

FINDING NEMO

Film animasi yang digambarkan dengan ikan hias ini menyampaikan pesan bahwa apapun yang dilakukan oleh orangtua pasti demi kebaikan anak mereka, tapi orangtua pun harus bisa berbesar hati untuk membiarkan sang anak menjalani hidupnya sendiri. Dari ceritanya terlihat sang anak ikan yaitu Nemo membantah nasihat ayahnya, sampai akhrnya dia mengalami bahaya sendiri.

 

Shaun The Sheep  

Shaun the Sheep (diterjemahkan secara kasar sebagai Shaun si Domba) adalah serial televisi animasi untuk anak-anak yang berasal dari Inggris. Di Inggris, Shaun si Domba tayang di BBC One, sedangkan di Indonesia animasi ini tayang di MNCTV setiap hari dan di B-Channel pada hari Senin-Jumat Inti dari seri animasi ini tentang Shaun yang memiliki kecerdasan seperti manusia, kerativitas, dan tingkah laku dalam lingkungan peternakan. Di dalam episode Shaun the Sheep, selalu saja ada masalah baik dari kawanan domba sendiri ataupun dari peternak yang membuat Shaun “turun tangan” menyelesaikan masalah tersebut. Berbagai adegan lucu juga dihadirkan dalam seri animasi ini. Berulang kali kawanan domba menghindar dari Bitzer (meskipun kadang-kadang Bitzer sendiri ikut dalam petualangan), dan juga menghindari penemuan oleh Peternak, karena kawanan domba tidak ingin Peternak ikut campur dalam petualangan mereka (meskipun kadang-kadang akhirnya Peternak ikut dalam petualangan)

Animasi Shaun the Sheep ini seperti komedi diam klasik, karena tidak ada dialog atau percakapan dengan bahasa yang ditampilkan dalam animasi ini, sekalipun manusia. Tetapi, beberapa ekspresi ditambahkan seperti geraman sederhana, embikan, atau beberapa ekspresi lain yang seperti manusia yang melambangkan suasana hati masing-masing.

Apapun jenis tayangan kartun yang ada ditelevisi, meskipun bersifat mendidik tetaplah kita para orang tua selalu memperhatikan dan mengawasi anak. Karena anak - anak masih banyak belum memahami apa yang sebaiknya mereka lakukan, dan apa yang sebaiknya mereka lihat. Lingkungan Keluarga merupakan faktor utama yang membentuk Kepribadian Anak.



Artikel yang Anda Cari:

0 komentar:

ARTIKEL TERPOPULER

Join here

Share & Enjoy

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More